Banyak Anak Mudah Sukses Jadi Pengusaha, Kamu pun Bisa!

Apa yang dikatakan para motivator “sukses tak harus menunggu tua” memang benar. Faktanya, banyak pengusaha yang berhasil mengembangkan bisnis di usia yang terbilang masih muda. Tapi tentunya merintis bisnis di usia muda hingga akhirnya bisa sukses bukanlah hal mudah. Dibutuhkan ketekunan, kerja keras, dan tentu saja doa. Jika kamu masih ragu memulai bisnis di usia muda, beberapa profil pengusaha muda sukses ini bisa menjadi inspirasi.


Yasa Singgih

Pernah berbelanja di toko online Men’s Republic? Pendiri toko yang menjual sepatu dan aksesoris pria itu adalah Yasa Paramita Singgih atau lebih akrab disapa Yasa Singgih. Ketika SMA, sang ayah jatuh sakit dan bahkan harus dioperasi. Momen itu yang memicu semangat pria kelahiran 23 April 1995 ini untuk mencari uang sendiri mulai dari bekerja part time, jualan lampu hias, jualan kaos, membuka kafe, hingga akhirnya berhasil menciptakan brand fashion sendiri.

Hamzah Izzulhaq

Hamzah Izzulhaq lahir 26 April 1993. Di usianya yang muda, ia sudah menduduki jabatan direktur utama di PT Hamasa Indonesia, perusahaan yang membuat sofa bed. Perusahaan tersebut tiap bulannya memperoleh omzet ratusan juta. Hamzah sendiri suka berjualan sejak kecil untuk menambah uang saku, mulai dari berjualan kelereng, petasan, dan koran. Namun ia mulai menekuni bisnisnya secara serius ketika SMA.

Iqbal Azhari

Lahir di Surabaya pada 11 Juli 1994, Iqbal Azhari menjadi sudah menjadi founder serta CEO PT. Kampung Properti Group di usianya yang masih sangat mudah, yakni 21 tahun. Perusahaan tersebut bergerak di bidang agency properti dan digital advertising. Iqbal mulai merintis bisnis sejak duduk di bangku kuliah. Keberaniannya memulai bisnis dengan modal minim dan tidak takut menghadapi kegagalan membuatnya bisa meraih sukses di usia muda.

Dea Valencia

Dara cantik kelahiran 14 Februari 1994 ini merupakan pendiri Batik Kultur yang terkenal dari Semarang. Berawal dari kecintaannya mengoleksi baju-baju batik yang antik, lalu mengembangkan hobi tersebut menjadi sebuah bisnis beromzet besar. Dea sendiri mulai berjualan batik sejak kuliah semester tiga. Seiring waktu, bisnisnya semakin berkembang. Ratusan potong batik terjual setiap bulannya. Guna menarik minat pembeli, batik rancangannya diberi sentuhan artistik yang modern.

Nicholas Kurniawan

Kondisi ekonomi keluarganya yang sangat pas-pasan membuat Nicholas memiliki tekad yang kuat untuk mengubah nasib. Berbagai bisnis pernah ia coba jalani, namun kerap kali gagal. Hingga akhirnya ia mencoba untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, dan merintis bisnis ikan hias. Masih duduk di bangku SMA, pria kelahiran 29 Januari 1993 ini sudah bisa mendapatkan penghasilan bulanan sebesar Rp 2-3 juta dari bisnis yang ditekuninya. Kini, ia meraup omzet ratusan juta per bulan dan pasar bisnisnya sudah menembus negara tetangga.