Jangan Asal Ambil Rumah di Jakarta! Baca Dulu 5 Tips Penting Sebelum Ambil Rumah

Membeli rumah pertama adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup. Bahkan untuk mewujudkan mimpi agar bisa segera memiliki rumah sendiri, kita harus menabung bertahun-tahun demi bisa terkumpul dana minimal cukup untuk uang muka rumah.


Karena itu, agar tidak kecewa dikemudian hari, membeli rumah harus hati-hati dan jeli. Apalagi jika Anda mencari rumah di Jakarta, mencari rumah yang harganya terjangkau makin sulit. Jadi jangan sampai Anda tergoda untuk membeli rumah dijual di Jakarta yang harganya murah tapi ternyata tidak nyaman setelah ditinggali bersama keluarga.

Berikut beberapa tips penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah:

Pertimbangkan lokasi

Rumah yang terletak di lokasi strategis dekat ke pusat keramaian memang memberi banyak kemudahan. Dengan memililiki rumah di lokasi yang strategis, Anda menjadi lebih mudah menjangkau berbagai fasilitas umum seperti pusat belanja, sekolah, puskesmas, halte bus, dan lain sebagainya. Kalaupun tidak ditempati, rumah yang berlokasi di pinggir jalan lebih banyak diminati oleh pencari kontrakan untuk dijadikan tempat tinggal sekaligus tempat usaha.

Di lain sisi, lokasi juga mempengaruhi harga. Rumah di pinggir jalan akan lebih mahal daripada rumah yang berlokasi di gang. Akan tetapi, pemilihan lokasi juga perlu disesuaikan dengan kondisi finansial. Harga jual yang terlalu mahal tentu akan memberatkan keuangan. Karena itu, saat mencari rumah dijual di Jakarta, buatlah beberapa daftar lokasi rumah yang diincar supaya ada alternatif untuk membandingkan harga dan spesifikasi. Jangan tergesa-gesa jika ingin mendapatkan deal terbaik.

Tanah dan bangunan harus bersertifikat

Jika sudah menemukan rumah idaman, perlu diperhatikan legalitas dari tanah dan bangunanya. Penjual harus bisa menunjukkan sertifikat asli atas rumah tersebut. Bila rumah yang dijual adalah warisan, pastikan untuk mendapatkan persetujuan dari semua anggota keluarga penjual. Hal ini penting sebagai antisipasi masalah sengketa tanah di kemudian hari.

Periksa kelayakan rumah

Rumah yang layak tinggal bukan hanya soal bangunan yang bagus atau jumlah ruangan yang banyak. Perlu diperhatikan pula bagaimana kondisi air dan saluran listriknya apakah kondisinya baik. Apalagi soal air, hal ini sangat vital karena tak tergantikan. Pastikan airnya bersih dan ketersediaannya memadai. Selain itu, periksa juga jendela dan ventilasi guna memastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan dengan rumah.

Perhatikan kekondusifan lingkungan

Angka kriminalitas di Jakarta masih cukup tinggi. Jika di komplek perumahan, biasanya ada petugas keamanan 24 jam dan CCTV. Namun jika di pemukiman biasa, sebaiknya hindari lokasi perumahan yang rawan kasus kriminalitas seperti pencurian dan tawuran. Lebih bagus lagi jika ada sistem keamanan seperti ronda malam.

Cari lebih banyak informasi mengenai daerah rawan banjir

Jakarta hingga saat ini masih sering dilanda banjir setiap tahunnya. Karena itu, Anda yang mencari rumah di Jakarta juga harus lebih selektif dalam mencari lokasi hunian. Sebisa mungkin hindari kawasan yang sering menjadi langganan banjir. Informasi dan peta rawan banjir di Jakarta bisa diakses secara online di situs resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta.

Di kawasan yang jarang terkena banjir pun, Anda perlu memeriksa keadaan lingkungan sekitar dan mencari tahu bagaimana perilaku warga dalam mengelola sampah rumah tangga mereka. Saluran-saluran air yang tersumbat banyak sampah kemungkinan besar mengindikasikan warga sekitar kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Apalagi jika di sekitarnya area hijau sangat minim, risiko banjir pun meningkat.

Dimana Saja Jalur MRT dan LRT yang ada di Jakarta? Ini Informasinya

Kalau bicara soal kondisi jalanan, banyak orang pasti bilang Jakarta itu semrawut. Ya, bagaimana tidak, jalan-jalan di sana setiap harinya mengalami kemacetan. Sebagai ibu kota negara, Jakarta memang menjadi pusat ekonomi. Meski macet dan bahkan sering banjir, hal itu tak menyurutkan niat orang-orang dari daerah untuk merubah nasib di Jakarta.

Di lain sisi, banyaknya perantau membuat populasi penduduk di Jakarta semakin padat menyebabkan arus lalu lintas begitu ramai dan macet setiap harinya. Baik pemerintah provinsi maupun pusat masih berupa mengatasi masalah kemacetan di Jakarta. Salah satunya dengan membangun MRT (Mass Rapid Transit), yakni sistem transportasi transit cepat menggunakan kereta rel listrik. Selain itu, sedang dibangun pula jalur LRT (Light Rail Transit) yang terhubung dengan kota-kota penyangga Jakarta.


Jalur MRT fase 1 sudah rampung. Jalurnya dimulai dari Lebak Bulus – Fatmawati – Cipete Raya – Haji Nawi – Blok A – Blok M – Sisingamangaraja – Senayan – Istora – Bendungan Hilir – Setiabudi – Dukuh Atas – Bundaran HI. Dengan selesainya fase 1 ini, warga Jakarta bisa menempuh Lebak Bulus ke Bundaran HI hanya dalam waktu 30 menit.

Namun PT MRT belum membuka layanan MRT secara resmi. Layanan kereta bawah tanah itu rencananya akan dibuka secara resmi akhir Maret 2019. Namun, masyarakat bisa menikmati layanan MRT di masa percobaan. Siapa saja yang ingin mencoba MRT bisa melakukan pendaftaran mulai tanggal 5-23 Maret 2019 secara online di situs www.jakartamrt.co.id atau www.ayocobamrtj.com.

Setelah berhasil mendaftar, pendaftar akan memperoleh Quick Response (QR) Code sebagai bukti yang harus dibawa ketika naik MRT. Kuota per hari bagi masyarakat yang ingin mencoba MRT dibatasi. Jadi jika hari yang diinginkan sudah penuh, bisa memilih hari lainnya. Masa uji coba MRT akan berlangsung pada 12 hingga 24 Maret 2019.

Uji coba tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam beradaptasi dengan layanan MRT sebelum dibuka secara komersial. Juga masyarakat dapat memberikan masukan kepada pihak pengelola untuk meningkatkan kualitas layanan. Setelah menjajal MRT, masyarakat juga diharapkan dapat memberitahukan kepada kerabat-kerabatnya mengenai pengalaman naik MRT serta ikut serta dalam kampanye naik transportasi umum. Bukan hanya soal kemacetan, dengan beralihnya masyarakat ke transportasi umum juga diharapkan dapat membantu menurunkan polusi udara di kota yang sudah parah.

MRT Jakarta Fase II masih dalam tahap pengerjaan. Gedung-gedung besar di Jakarta juga akan terkoneksi dengan TOD (Transit Oriented Development) yang dikembangkan oleh PT MRT Jakarta. Sudah ada puluhan gedung yang berlokasi di sekitaran jalur MRT fase I, diantaranya gedung Bank UOB, Bank BNI 46, Bank Mandiri, Intiland, dan Indonesia-1.

Targetnya seluruh jalur MRT Jakarta akan terhubung pada tahun 2024. Rencananya MRT Jakarta nanti akan terintegrasi dengan LRT Jabodebek. Dukuh Atas dipilih menjadi titik kumpul transportasi antarmoda yang meliputi LRT Jabodebek, MRT Jakarta, Commutter Line dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta. Ditambah empat halte Transjakarta yakni di Blok M, Fatmawati, Lebak Bulus dan Dukuh Atas juga juga akan segera terintegrasi dengan MRT Jakarta.

Untuk LRT Jabodebek sendiri masih dalam tahap pengerjaan. Kabar baiknya, LRT jalur Cawang – Cibubur akan diuji coba Juni 2019. Kereta yang digunakan adalah kereta canggih tanpa kendali masinis. Namun, keberadaan masinis masih dibutuhkan untuk antisipasi jika ada gangguan teknis dan pengoperasian. Di 2020, pembangunan LRT ditargetkan sudah tembus ke Terminal Baranangsiang, Bogor.

Lebih Mudah Cari Apartemen Sewa Tanpa Keluar Rumah

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak kaum urban yang memilih tinggal di apartemen, terutama pekerja kantoran yang butuh mobilitas tinggi. Ditambah sekarang ini banyak apartemen yang disewakan dengan harga cukup murah baik secara bulanan maupun tahunan.

Mereka yang memiliki jam produktivitas tinggi memerlukan hunian yang “efisien.” Dengan kata lain, tempat tinggal yang memudahkan dalam beraktivitas sehari-hari. Seperti kita ketahui, bangunan apartemen lumrahnya terletak di kota karena memang hunian vertikal seperti itu dihadirkan sebagai alternatif hunian yang terjangkau mengingat saat ini harga rumah tapak sudah begitu mahal.

Lokasinya apartemen yang terletak di kawasan perkotaan memberi keuntungan mobilitas bagi penghuninya. Apalagi biasanya gedung apartemen dibangun dekat dengan pusat perkantoran, perbelanjaan, dan pusat keramaian lainnya. Bahkan beberapa apartemen berada di kawasan terpadu yang mengusung konsep one-stop living.


Selain itu, unit apartemen juga pada umumnya sudah dilengkapi fasilitas yang setidaknya cukup untuk menunjang aktivitas sehari-hari seperti tempat tidur, lemari, pendingin udara, televisi, dan peralatan dapur. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi pekerja yang sering pindah lokasi tugas.

Jika Anda pun sedang mencari hunian sementara, mengapa tidak mempertimbangkan untuk memilih sewa apartemen saja. Di era digital ini, mencari apartemen sewa semakin mudah karena bisa memanfaatkan teknologi. Ya, Anda tidak perlu datang langsung ke kantor pemasaran apartemen karena mencari apartemen sewa kini bisa lewat internet atau secara online.

Sekarang ini, banyak situs listing properti yang bisa Anda manfaatkan secara cuma-cuma untuk mencari hunian berupa rumah tapak, ruko hingga apartemen yang dijual maupun disewakan. Selagi Anda memiliki gadget yang terhubung ke internet, Anda bisa kapan saja mengakses informasi mengenai properti dijual atau disewa di situs listing properti tersebut.

Internet semakin dimanfaatkan dalam mempromosikan apartemen ataupun properti lain yang hendak dijual atau disewakan. Promosi apartemen sewa secara online juga memberikan banyak keuntungan baik bagi pemilik maupun penyewa. Pemilik apartemen bisa mengiklankan propertinya secara cepat dan lebih hemat biaya. Bahkan beberapa situs listing properti menyediakan fitur pasang iklan gratis dan iklan internet memiliki jangkauan yang luas dan cepat. Bagi calon penyewa, mereka dimudahkan untuk mencari properti sewaan tanpa harus mengorbankan banyak waktu produktif.

Akan tetapi, maraknya situs listing properti di Indonesia juga dimanfaatkan oleh oknum nakal yang membuat iklan sewa atau jual properti yang datanya diambil dari properti milik orang lain. Tak sedikit korban dari modus penipuan semacam itu karena mereka tergiur dengan harga yang murah.

Karena itu, mencari apartemen sewa dengan memanfaatkan teknologi juga perlu ekstra hati-hati. Jangan mudah tergiur dengan harga yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar. Dan jangan pernah deal atau transfer uang terlebih dahulu sebelum memeriksa kondisi apartemen secara langsung.

Banyak Anak Mudah Sukses Jadi Pengusaha, Kamu pun Bisa!

Apa yang dikatakan para motivator “sukses tak harus menunggu tua” memang benar. Faktanya, banyak pengusaha yang berhasil mengembangkan bisnis di usia yang terbilang masih muda. Tapi tentunya merintis bisnis di usia muda hingga akhirnya bisa sukses bukanlah hal mudah. Dibutuhkan ketekunan, kerja keras, dan tentu saja doa. Jika kamu masih ragu memulai bisnis di usia muda, beberapa profil pengusaha muda sukses ini bisa menjadi inspirasi.


Yasa Singgih

Pernah berbelanja di toko online Men’s Republic? Pendiri toko yang menjual sepatu dan aksesoris pria itu adalah Yasa Paramita Singgih atau lebih akrab disapa Yasa Singgih. Ketika SMA, sang ayah jatuh sakit dan bahkan harus dioperasi. Momen itu yang memicu semangat pria kelahiran 23 April 1995 ini untuk mencari uang sendiri mulai dari bekerja part time, jualan lampu hias, jualan kaos, membuka kafe, hingga akhirnya berhasil menciptakan brand fashion sendiri.

Hamzah Izzulhaq

Hamzah Izzulhaq lahir 26 April 1993. Di usianya yang muda, ia sudah menduduki jabatan direktur utama di PT Hamasa Indonesia, perusahaan yang membuat sofa bed. Perusahaan tersebut tiap bulannya memperoleh omzet ratusan juta. Hamzah sendiri suka berjualan sejak kecil untuk menambah uang saku, mulai dari berjualan kelereng, petasan, dan koran. Namun ia mulai menekuni bisnisnya secara serius ketika SMA.

Iqbal Azhari

Lahir di Surabaya pada 11 Juli 1994, Iqbal Azhari menjadi sudah menjadi founder serta CEO PT. Kampung Properti Group di usianya yang masih sangat mudah, yakni 21 tahun. Perusahaan tersebut bergerak di bidang agency properti dan digital advertising. Iqbal mulai merintis bisnis sejak duduk di bangku kuliah. Keberaniannya memulai bisnis dengan modal minim dan tidak takut menghadapi kegagalan membuatnya bisa meraih sukses di usia muda.

Dea Valencia

Dara cantik kelahiran 14 Februari 1994 ini merupakan pendiri Batik Kultur yang terkenal dari Semarang. Berawal dari kecintaannya mengoleksi baju-baju batik yang antik, lalu mengembangkan hobi tersebut menjadi sebuah bisnis beromzet besar. Dea sendiri mulai berjualan batik sejak kuliah semester tiga. Seiring waktu, bisnisnya semakin berkembang. Ratusan potong batik terjual setiap bulannya. Guna menarik minat pembeli, batik rancangannya diberi sentuhan artistik yang modern.

Nicholas Kurniawan

Kondisi ekonomi keluarganya yang sangat pas-pasan membuat Nicholas memiliki tekad yang kuat untuk mengubah nasib. Berbagai bisnis pernah ia coba jalani, namun kerap kali gagal. Hingga akhirnya ia mencoba untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, dan merintis bisnis ikan hias. Masih duduk di bangku SMA, pria kelahiran 29 Januari 1993 ini sudah bisa mendapatkan penghasilan bulanan sebesar Rp 2-3 juta dari bisnis yang ditekuninya. Kini, ia meraup omzet ratusan juta per bulan dan pasar bisnisnya sudah menembus negara tetangga.

Tips Mendapatkan Lingkungan Nyaman di Kantor Baru

Meskipun sebelumnya memiliki pengalaman bekerja, terkadang kita merasa sedikit cemas di hari pertama masuk kerja di kantor baru. Hal ini wajar, namun beberapa orang tidak mampu mengatasi itu sehingga tetap tidak nyaman walau sudah berminggu-minggu. Bahkan tak sedikit orang yang memutuskan untuk segera mencari pekerjaan baru karena merasa tidak cocok dengan beban pekerjaan ataupun rekan kerja.

Bagaimanapun, resign bukan solusi yang bijak. Merasa nyaman di lingkungan kerja baru memang tidak mudah jika kamu tidak mau beradaptasi. Belum tentu juga tempat kerja selanjutnya akan lebih baik dari tempat kerja sekarang. Supaya bisa cepat beradaptasi, berikut beberapa tips mendapatkan lingkungan nyaman di kantor baru:


Bersikap ramah

Para senior Kamu pasti tidak akan suka jika ada anak baru yang tampak jutek dan sombong. Sikap ramah itu penting supaya lebih mudah berbaur dengan rekan kerja di kantor baru. Dengan begitu, para senior akan dengan senang hati memberikan bantuan ketika kamu butuh bantuan. Mereka pun tak canggung untuk mengajakmu makan siang bersama. Dari sanalah, Kamu bisa mulai berbincang entah itu masalah pekerjaan hingga hal-hal pribadi sehingga terjalin keakraban.

Jangan membanding-bandingkan

Tidak ada perusahaan yang sempurna. Supaya bisa lebih mudah adaptasi di tempat baru, jangan membanding-bandingkan secara berlebihan gaji, beban kerja, hingga sikap para karyawan di kantor baru dengan kantor lama Kamu. Fokuslah pada apa yang dijalani sekarang. Jangan banyak mengeluh dan selalu ingat pada tujuan Kamu bekerja. Percayalah dengan begitu, hari-hari yang dilewati di tempat kerja baru akan terasa ringan dan menyenangkan.

Pelajari etika dan budaya kerja di kantor baru

Beda perusahaan, beda kebijakan. Beda pula etika dan budaya kerja para karyawannya. Sebagai anak baru, kamupun dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan ritme kerja di kantor baru. Awalnya mungkin sulit, tapi lama-lama akan terbiasa. Jika ada yang kurang mengerti dengan job desk-mu di kantor baru, jangan ragu untuk bertanya pada rekan kerja atau atasan yang bersangkutan.

Tunjukkan performa terbaik

Sekarang ini kebanyakan perusahaan memberlakukan masa percobaan bagi para karyawan baru, biasanya selama tiga bulan. Masa percobaan ini terkadang memicu rasa tidak aman dan nyaman bagi karyawan baru karena takut kontrak kerjanya tidak diperpanjang. Performa di masa percobaan akan menjadi bahan pertimbangan perusahaan untuk melanjutkan kontrak kerja atau tidak.

Karena itu, tunjukkanlah performa terbaikmu. Mulailah dari datang tepat waktu, menyapa rekan atau atasan ketika berpapasan di jalan, mau menerima kritik jika ada atasan yang mengoreksi hasil pekerjaan, hingga menyumbang ide saat meeting. Tidak perlu malu untuk menunjukkan inisiatif. Kamu harus bisa membuktikan kalau kamu bisa memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan seperti yang janjikan saat interview.